< masker

Di mana dan kapan saya harus memakai masker ?

Teks diperbarui 3 September 2020


Anda tidak ingin menulari orang lain atau tertular COVID-19? Berikut adalah tempat dan situasi kapan Anda memakai atau bisa melepas masker. Saran dan rekomendasi kami ini mempertimbangkan bukti ilmiah terbaru dan lepas dari peraturan yang berlaku di setiap negara.

Di luar ruangan,terdapat risiko penularan yang sangat rendah melalui tetesan yang disebarkan melalui mulut dan hidung saat kita bernapas dekat dengan pasien COVID-19.

Haruskah kita mengenakan masker di luar ruangan?

Tidak selama berjalan di udara terbuka di tempat yang jarang dilalui orang, jika Anda tidak berbicara dengan seseorang, jika Anda bisa menghindari berpapasan dengan orang lain, dan jika Anda berjarak lebih dari dua meter dengan orang lain untuk saling menyapa.

Ya, di tempat yang dilalui banyak orang di zona aktif epidemi COVID-19 (banyak kasus COVID).

Saat bersepeda atau jogging: tidak.

Di dalam ruangan,ada risiko penularan melalui tetesan dan aerosol yang keluar dan masuk saat bernapas, tetapi juga oleh aerosol yang tetap berada di udara selama beberapa jam.

Haruskah kita menggunakan masker di dalam ruangan?

Di rumah: tidak, kecuali Anda mengundang orang yang tidak memiliki hubungan dekat.

Di tempat yang berventilasi baik dengan jendela terbuka: tidak, jika Anda berjarak jauh dengan orang lain dan hanya sebentar dalam ruangan tersebut.

Di kamar mandi: ya. Toilet adalah tempat yang tertutup; pembilasan menghasilkan aerosol yang bisa menularkan virus.

Di lift: ya. Lihat tips Naik lift.

Di lobi gedung Anda: ya, karena tempat tertutup dan pada umumnya berventilasi buruk.

Di kantor: Ya, jika Anda berada di dalam satu ruang kantor dengan orang lain atau jika orang lain memasuki ruangan Anda, dan Anda tidak membuka sirkulasi udara dalam ruangan terus-menerus. Lihat tips Pergi ke kantor.

Di salon rambut : ya. Dua penata rambut pasien COVID-19 sama sekali tidak menularkan seorang pun dari 139 pelanggan mereka yang semuanya mengenakan masker.

Di supermarket: ya. Lihat tips Pergi ke toko.

Di restoran dan bar: tidak mungkin mengenakan masker saat makan atau minum! Beberapa kasus kontaminasi terjadi di restoran, khususnya di dalam ruangan berventilasi buruk. Tidak ada kontaminasi di teras. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk makan di teras atau di tempat yang berventilasi baik.

Di tempat di mana Anda berada dekat dengan orang yang sedang bernyanyi: ya. Banyak kasus kontaminasi terjadi di tempat di mana orang bernyanyi, seperti pertemuan evangelikal di Mulhouse atau bar karaoke di Hong Kong.

Dalam bioskop: ya. Bioskop adalah tempat tertutup dan menggunakan pendingin udara. Virus bertahan lebih lama dalam ruangan dingin daripada ruangan hangat.

Di kolam renang: ya di ruang ganti dan toilet, tetapi tidak di kamar mandi dan di dalam kolam renang! Hindari toilet jika memungkinkan. Lihat pertanyaan Kolam renang dan COVID: bisakah saya pergi ke kolam renang selama epidemi COVID-19?.

Di bus, kereta bawah tanah, trem, kereta api: ya. Kasus kontaminasi COVID pada angkutan umum telah diteliti. Lihat tips Naik bus/metro

Di taksi: ya. Pekerjaan yang paling berisiko tertular coronavirus SARS-CoV-2 selain petugas kesehatan adalah sopir bus dan sopir taksi serta pekerja di sektor transportasi. Lihat tips Naik taksi.

Di mobil Anda: tidak jika Anda sendirian atau bepergian dengan keluarga dalam satu rumah. Ya, jika Anda bepergian dengan orang-orang yang tidak tinggal bersama dalam satu rumah. Lihat tips  Menyetir mobil, sendirian atau bersama-sama.

Agar efektif, masker harus menutupi hidung dan mulut dengan baik. Jika Anda menelepon, jangan lepaskan masker. Suara bisa melewati masker dengan sangat baik.


Facebook Twitter Linkedin

Sumber

Analisis 318 kasus di mana satu orang telah menginfeksi setidaknya 2 orang lainnya di Cina (dengan total 1.245 pasien COVID-19 ) mengungkapkan bahwa mayoritas kontaminasi terjadi di area tertutup, terutama di rumah, transportasi umum, restoran, dan hanya terjadi satu kontaminasi akibat percakapan dengan seseorang yang kembali dari Wuhan.

Qian, H., Miao, T., Li, L. I. U., Zheng, X., Luo, D., & Li, Y. (2020). Indoor transmission of SARS-CoV-2. medRxiv.

Di Jepang, banyak kasus kontaminasi "cluster" terjadi di tempat-tempat tertutup: gym, perahu-restoran, rumah sakit, festival di mana ada tenda makanan yang memiliki ventilasi buruk.

Nishiura, H., Oshitani, H., Kobayashi, T., Saito, T., Sunagawa, T., Matsui, T., ... & Suzuki, M. (2020). Closed environments facilitate secondary transmission of coronavirus disease 2019 (COVID-19). medRxiv.

Kompilasi 135 kasus kontaminasi COVID-19 : analisis tabel yang disediakan oleh penulis menunjukkan bahwa lebih dari 95% kasus adalah transmisi dalam ruangan. Untuk sisa 5%, tidak jelas apakah penularan berlangsung di luar ruangan. Misalnya, kontaminasi pada lokasi konstruksi bangunan yang terbuka bisa saja terjadi pada bagian yang tertutup seperti bedeng pekerja.

Leclerc, Q. J., Fuller, N. M., Knight, L. E., Funk, S., Knight, G. M., & CMMID COVID-19 Working Group. (2020). What settings have been linked to SARS-CoV-2 transmission clusters?. Wellcome Open Research, 5(83), 83.

60 anggota paduan suara berkumpul di sebuah ruangan untuk bernyanyi selama 2,5 jam pada 10 Maret 2020 di Washington State, Amerika Serikat. Mereka menjaga jarak, menggunakan solusi hidroalkohol, tetapi tidak menggunakan masker. Tiga minggu kemudian, 45 di antaranya positif COVID-19.

Artikel Los Angeles Times tanggal 29 Maret 2020.

Pada konser di Concertgebouw di Amsterdam, tidak seorang pun dari 1.000 penonton  terkontaminasi meskipun durasi pertunjukan (Bach-Passion) dan potensi kontaminasi yang tinggi dari paduan suara. Para penonton duduk relatif jauh dari paduan suara.

Laspière, V.T. (2020) Belanda: empat kematian akibat corona setelah konser paduan suara. France Musique. 11 Mei 2020.

Masker mampu memblokir tetesan besar dan memutuskan aliran udara yang keluar dari mulut.

Leung, N.H.L., Chu, D.K.W., Shiu, E.Y.C. et al. Respiratory virus shedding in exhaled breath and efficacy of face masks. Nat Med 26, 676–680 (2020).

Penata rambut tanpa gejala diuji positif COVID-19. Dia menularkan pada rekannya tetapi tidak menularkan kepada seorang pun dari 139 kliennya. 67 pelanggan diuji dan tidak ada yang positif. Semua pelanggan mengenakan masker .

Hendrix, M. J. (2020). Absence of apparent transmission of SARS-CoV-2 from two stylists after exposure at a hair salon with a universal face covering policy—Springfield, Missouri, May 2020. MMWR. Morbidity and Mortality Weekly Report, 69.

Dalam penerbangan dari Italia ke Korea Selatan, seorang pria berusia 28 tahun terinfeksi ketika ia membuka masker saat pergi ke kamar mandi. Dari 299 penumpang pada penerbangan ini, 6 orang asimptomatik kemudian terbukti positif coronavirus SARS-CoV-2 dan salah satu dari mereka telah menggunakan toilet yang sama. Ke-18 awak kabin dan tenaga medis tidak terinfeksi. Mereka semua mengenakan masker .

Bae, S. H., Shin, H., Koo, H. Y., Lee, S. W., Yang, J. M., & Yon, D. K. Asymptomatic Transmission of SARS-CoV-2 on Evacuation Flight. Emerging infectious diseases, 26(11).

Seorang pria yang tidak menggunakan masker dengan benar terkontaminasi COVID selama penerbangan dari Singapura ke Hangzhou, China pada 24 Januari 2020. Di pesawat, ia duduk dengan masker mencong selama 1 jam di sebelah dua OTG yang kemudian dites positif untuk coronavirus SARS-CoV-2, karena dia ingin mengobrol dengan istri dan anaknya yang berada di sebelah. Orang lain yang juga duduk di sebelah OTG tidak terinfeksi. Mereka semua mengenakan masker dengan benar.

Chen, J., He, H., Cheng, W., Liu, Y., Sun, Z., Chai, C., ... & Shi, X. (2020). Potential transmission of SARS-CoV-2 on a flight from Singapore to Hanghzou, China: An epidemiological investigation. Travel Medicine and Infectious Disease, 101816.

Studi terhadap 961 pasien dengan COVID-19 Hong Kong antara Desember 2019 dan April 2020 dan penyebab kontaminasi mereka. Kegiatan rekreasi "tidak bermasker", seperti makan dan minum di restoran dan bar, bernyanyi di karaoke atau bermain olahraga di gym, telah menyebabkan secara signifikan lebih banyak kasus kontaminasi daripada lingkungan kerja/aktivitas "bermasker".

Cheng, V. C., Wong, S. C., Chuang, V. W., So, S. Y., Chen, J. H., Sridhar, S., ... & Yuen, K. Y. (2020). The role of community-wide wearing of face mask for control of coronavirus disease 2019 (COVID-19) epidemic due to SARS-CoV-2. Journal of Infection.

Studi tentang dua kelompok yang berpartisipasi dalam sebuah acara, setiap kelompok berada di bus yang berbeda selama 1 jam dan 30 jam dengan satu kasus COVID asimptomatik di salah satu bus. Probabilitas terinfeksi dikalikan 11,4 kali di bus dengan orang yang terinfeksi, terlepas dari jarak dengan orang yang terinfeksi, menunjukkan meningkatnya jangkauan kontaminasi aerosol di ruang tertutup untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Shen Y, Li C, Dong H, et al. (2020) Community Outbreak Investigation of SARS-CoV-2 Transmission Among Bus Riders in Eastern China. JAMA Intern Med. Published online September 01, 2020. doi:10.1001/jamainternmed.2020.5225

Para penulis menyajikan panduan sederhana untuk menilai risiko penularan COVID tergantung pada lokasi, tingkat hunian, durasi kontak dan masker. Mereka bersikeras bahwa pembatasan tindakan fisik harus dilaksanakan secara paralel dengan langkah-langkah lain seperti kebersihan tangan, pembersihan, pekerjaan dan pengelolaan ruang dan udara dalam ruangan, serta penggunaan masker .

Jones, N. R., Qureshi, Z. U., Temple, R. J., Larwood, J. P., Greenhalgh, T., & Bourouiba, L. (2020). Two metres or one: what is the evidence for physical distancing in covid-19?. bmj, 370.

Untuk informasi selanjutnya

Apakah saya harus memakai masker saat keluar/di dalam?

Apakah saya harus memakai masker meski saya tidak memiliki gejala?

Apakah mungkin untuk menggunakan kembali masker bekas pakai?

Apakah coronavirus SARS-CoV-2 bisa menular melalui udara?

Bagaimana kita bisa terjangkit COVID-19?

Bagaimana cara memakai dan melepas masker?

Apa perbedaan berbagai jenis masker yang dapat digunakan?

Mengapa disarankan untuk tidak memakai masker lebih dari 4 jam?