< masker

Apa perbedaan berbagai jenis masker yang dapat digunakan?

Teks diperbarui 27 Mei 2020


Tidak ada masker yang memberikan perlindungan total dari sirkulasi partikel virus. Pemilihan masker tergantung pada ketersediaan dan biaya, juga risiko kontaminasi yang kita hadapi. Apabila digunakan dengan baik, masker dapat berperan amat penting dalam mencegah penularan.

Ada empat kategori masker, dari segi bahan dan desain:

* masker Bedah: masker sekali pakai yang biasanya digunakan oleh tenaga medis. Masker jenis ini memiliki 3 lapisan kain non-woven: bagian terluar bersifat kedap air untuk mencegah percikan air masuk ke dalam masker; bagian tengah untuk menghambat bakteri, cairan tubuh dan kontaminasi; lalu lapisan terdalam yang menempel pada hidung dan mulut untuk menyerap kelembaban.

- Respirator pelindung: disebut FFR, menyaring respirator facepiece, "filter bagian wajah bernapas" dan tutam dari beberapa jenis. Tujuan utama mereka adalah untuk melindungi perawat yang berhubungan lama dengan pasien yang sangat menular.
Di Negara-negara Eropa, Rusia dan Maghreb, mereka disetujui sebagai FFP (diikuti oleh angka yang menunjukkan efisiensi filtrasi). Mereka juga disebut P1 hingga P3, kependekan dari FFP1-FFP3. Di Amerika Serikat, Meksiko, Turki dan India, mereka disertifikasi sebagai N, R atau P tergantung pada ketahanan minyak mereka (diikuti oleh persentase filtrasi): N95, N99 atau N100. Di Cina, mereka bersertifikat KN atau KP95, di Australia dan Selandia Baru, P2, Korea Selatan, Korea Kelas 1 / KF94, Jepang, DS / DL2, Brasil, PFF2.

Elastomeric respirator : dengan filter cartridge atau penyaring, sejenis dengan respirator pelindung, namun  dapat digunakan kembali. Jenis masker ini biasanya digunakan untuk melindungi diri terhadap gas atau bubuk, sehingga jarang digunakan oleh tenaga medis.

- masker kain: masker jenis ini bisa dicuci, digunakan kembali, dan dapat diproduksi di rumah. Masker kain memiliki daya filtrasi lebih sedikit daripada jenis masker lain. Masker ini dapat menghalangi cipratan air dari pemakai saat batuk, bersin, berbicara, dan bernapas. Sebaliknya, justru dapat menyerap cipratan air dari lawan bicara.

Faktor-faktor penting yang menentukan kapasitas masker dalam mencegah penyebaran virus adalah daya saring dan daya lekat pada wajah: partikel tidak boleh bisa masuk atau keluar melalui area di sekitar masker.

Daya filtrasi (persentase partikel yang diblokir oleh masker ): kajian ukuran partikel, kecepatan, dan muatan listrik.

- masker bedah:

masuk: dari 22% sampai 94% untuk masker bedah, dari 19% sampai 44% untuk masker khusus dokter gigi

output: dari 22% sampai 95% untuk masker bedah, dari 18% sampai 38% untuk masker khusus dokter gigi

Perbedaan signifikan ini tergantung pada bahan yang digunakan, tujuan penggunaan masker (ahli bedah, dokter gigi, perawat...) dan fakta bahwa tidak ada standar sertifikasi tunggal untuk respirator.

- respirator pelindung:

input: 95%, 99% dan 99,97% untuk tipe N (angka menunjukkan persentase filtrasi); 80%, 94% dan 99% secara berurutan untuk FFP1, FFP2 dan FFP3.

output: urutan yang sama besarnya untuk masker tanpa katup, hampir 0% untuk masker katup (karena memungkinkan aliran udara keluar).

- masker kain: daya filtrasi, baik dari luar atau dalam, umumnya berkisar dari 70% sampai 97%. Masker kain yang paling efektif (94-97%) merupakan gabungan jenis kain yang menyaring elektrostatik (seperti kain, sutra, flanel) dan jenis kain yang memiliki daya saring mekanis (misalnya katun halus). Hindari penggunaan satu jenis kain saja seperti kain sutra sintetis (0-28% filtrasi) atau satin (3-25%) tanpa menggabungkan dengan jenis kain lain.

Daya lekat pada wajah

- masker bedah: memungkinkan udara masuk melewati bawah dan dan sisi masker.

- Respirator pelindung: jika digunakan sesuai dengan bentuk wajah, daya lindungnya hampir sempurna. Tenaga medis yang menggunakan jenis masker ini dilatih untuk menggunakannya dengan benar dan uji daya cengkeram masker sering diperlukan.

- masker kain: pada umumnya, kurang atau sama lekatnya seperti masker bedah, tergantung pembuatannya.

Tips: tempelkan secarik nilon pada bagian atas masker guna meningkatkan daya lekat masker. Selama 2 jam, efisiensi penyaringan meningkat dari 15% menjadi 50%. Saat ini sulit untuk mengetahui apakah metode ini masif efektif untuk durasi yang lebih lama (dilihat dari kelembabannya)?

Infografis dalam bahasa Inggris mengenai berbagai jenis masker .

https://www.cdc.gov/niosh/npptl/RespiratorInfographics.html


Facebook Twitter Linkedin

Sumber

Penggunaan masker secara reguler dapat mengurangi penularan virus flu dari pasien anak-anak kepada orang dewasa yang merawat mereka.

MacIntyre, C. R., Cauchemez, S., Dwyer, D. E., Seale, H., Cheung, P., Browne, G., Fasher, M., Wood, J., Gao, Z., Booy, R., & Ferguson, N. (2009). Face mask use and control of respiratory virus transmission in households. Emerging infectious diseases, 15(2), 233–241.

masker FFR, denominasi.

CDC - NPPTL - NIOSH-Approved Particulate Filtering Facepiece Respirators. (2020, April 9). Retrieved April 29, 2020.

Respirator elastomerik.

National Academy of Sciences, Engineering and Medicine. (2018, December 6). Elastomeric Respirators. Retrieved April 29, 2020.

Efisiensi filtrasi beberapa jenis respirator dengan berbagai macam tes.

Rengasamy, S., Eimer, B. C., & Shaffer, R. E. (2009). Comparison of nanoparticle filtration performance of NIOSH-approved and CE-marked particulate filtering facepiece respirators. Annals of Occupational Hygiene, 53(2), 117-128.

Institute of Medicine. (2016). Reusability of Facemasks During an Influenza Pandemic: Facing the Flu. Chapter: 2 Characteristics of Respirators and Medical Masks. Washington DC: The National Academies Press.

Efisiensi daya filtrasi beberapa jenis masker. Diuji dengan NaCl (ukuran partikel sekitar 100 nm) dan minyak parafin.

Jung, H., Kim, J., Lee, S., Lee, J., Kim, J., Tsai, P., & Yoon, C. (2014). Comparison of filtration efficiency and pressure drop in anti-yellow sand masks, quarantine masks, medical masks, general masks, and handkerchiefs. Aerosol Air Qual Res, 14(14), 991-1002.

Secarik nilon yang ditempelkan pada bagian atas masker buatan tangan dan masker bedah dapat meningkatkan daya lekat masker ke wajah, sehingga bisa mengurangi aliran udara dan meningkatkan efisiensi filtrasi.

Mueller, A. V., & Fernandez, L. A. (2020). Assessment of Fabric Masks as Alternatives to Standard Surgical Masks in Terms of Particle Filtration Efficiency. medRxiv.

Efisiensi filtrasi bahan masker yang biasa digunakan untuk produksi masker.

Konda, A., Prakash, A., Moss, G. A., Schmoldt, M., Grant, G. D., & Guha, S. (2020). Aerosol Filtration Efficiency of Common Fabrics Used in Respiratory Cloth Masks. ACS Nano. doi: 10.1021/acsnano.0c03252

Menurut Asosiasi Standardisasi Perancis (AFNOR), daya saring bahan berpartikel 3 μm (3 ribu mikrometer) atau lebih, memiliki efisiensi lebih besar atau sama dengan 90% untuk masker kategori 1, efisiensi lebih besar atau sama dengan 70% untuk masker kategori 2. Sehingga, masker jenis ini mampu menyaring tetesan air liur yang dikeluarkan oleh pasien COVID-19, yakni tetesan berdiameter 5 μm.

AFNOR SPECS76-001, 28 avril 2020, Masques barrières : Guide d'exigences minimales, de méthodes d'essais, de confection et d'usage.

Standar yang berlaku adalah NIOSH-42CFR84 di AS, EN 149:2001 atau EN 149:2009 di Eropa, GB2626-2006 di Cina, AS/NZS 1716:2012 di Australia/Selandia Baru, KMOEL-2017-64 di Korea Selatan, JMHLW-2000/Notification 214, 2018 di Jepang, ABNT/NBR 13698:2011 di Brasil, NOM-116-2009 di Meksiko.

NPPTL Respirator Assessments to Support the COVID-19 Response. The National Personal Protective Technology Laboratory (NPPTL). Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Diperbarui: 13 Mei 2020.

Untuk informasi selanjutnya

Mengapa harus menggunakan masker?

Bagaimana cara memakai dan melepas masker?

Apakah saya harus memakai masker meski saya tidak memiliki gejala?

Apakah mungkin untuk menggunakan kembali masker bekas pakai?