< masker

Apakah mungkin untuk menggunakan kembali masker bekas pakai?

Teks diperbarui 1 Juni 2020


Pada masa pandemi ini, penting untuk mendekontaminasi dengan baik masker kain Anda. Jika masker sekali pakai akan Anda pergunakan kembali, perhatikan kualitasnya. Meskipun masker sekali pakai tidak dirancang untuk digunakan kembali, ada beberapa metode dekontaminasi yang efektif, tanpa menyebabkan masker kehilangan efektivitasnya!

Kita mungkin harus menggunakan kembali masker sekali pakai yang tidak dapat dicuci, akibat keterbatasan stok dan guna pengurangan sampah. Perlu diingat bahwa masker bekas telah kehilangan efisiensi filtrasi dan jika kita menggunakan ulang, maka kita bisa terinfeksi karena partikel virus bertahan pada masker bekas selama 7 hari. Setelah setiap penggunaan, masker harus dianggap terkontaminasi!

Berbagai metode sterilisasi masker telah diuji untuk mengukur inaktivasi partikel virus dan efektivitas masker setelah sterilisasi: penggunaan pelarut, paparan UV, penggunaan hawa panas- kering dan panas-basah, microwave. Sebagian besar metode tersebut harus dihindari karena menurunkan efektivitas masker dengan cepat.

Masker kain: cucilah masker pada mesin cuci (sebaiknya suhu air 60°C) atau cuci dengan tangan menggunakan sabun Marseille. Risiko kontaminasi sedikit karena sebagian besar virus pada kain akan mati dalam 2 hari serta air panas atau sabun menonaktifkan virus (tetapi tidak semua jenis sabun). Jika masker telah terpapar virus corona atau jika Anda termasuk orang yang rentan, setrikalah masker tersebut. Jika masker memiliki lapisan filter (misalnya kertas), buanglah lapisannya setelah setiap penggunaan.

Respirator FFR ( Filtering Facepiece Respirator) : Masukkan respirator FFR dalam oven jenis tertentu pada suhu 70°C selama 1 jam. Masker tetap efektif hingga 20 kali pemakaian.

Jika respirator FFR terkena sedikit paparan virus, dan tidak memiliki bagian logam (risiko bahaya kebakaran) serta Anda bukan orang yang rentan, cara sterilisasi lain adalah dengan memasukkan masker dalam microwave pada 1100 W selama 3 menit, letakkan di atas mangkuk besar yang diisi dengan 60 cL air. Anda dapat mengaitkan tali masker pada sumpit atau menggunakan karet yang diregangkan. Seluruh bagian masker tidak boleh menyentuh air, termasuk tali masker. Masker dapat mempertahankan efektivitasnya hingga 3 kali pemakaian, tanpa perubahan bentuk atau hilangnya daya filtrasi.

masker bedah: jika masker terkena sedikit paparan virus dan jika Anda bukan orang yang rentan, Anda dapat menggunakan metode amplop. Setelah 7 hari, sebagian besar virus pada masker bedah menjadi tidak aktif. Oleh karena itu, Anda dapat membeli 7 masker dan menyimpan masker bekas dalam satu amplop kertas, beri keterangan tanggal penggunaan, lalu diamkan setidaknya selama 7 hari di bawah sinar matahari atau pemanas. Sebelum menerapkan metode amplop, baca pertanyaannya COVID: Dapatkah menggunakan masker bedah beberapa kali? Alternatifnya adalah sterilisasi masker dalam oven pada suhu 70°C selama 1 jam.

Kami merekomendasikan melakukan sterilisasi beberapa masker sekaligus dalam oven atau mesin cuci agar efisien. Pastikan masker tersebut tidak rusak sebelum penggunaan ulang. Perlu diingat bahwa, walaupun dalam jumlah kecil, virus tetap berpotensi menyebabkan kontaminasi.


Facebook Twitter Linkedin

Sumber

Sterilisasi masker N95 pada suhu 85°C, kelembaban 60-85%.

Anderegg, L., Meisenhelder, C., Ngooi, C. O., Liao, L., Xiao, W., Chu, S., ... & Doyle, J. M. (2020). A Scalable Method of Applying Heat and Humidity for Decontamination of N95 Respirators During the COVID-19 Crisis. medRxiv.

Perbandingan efektivitas masker N95, masker bedah dengan kasa (gauze masks), dan non-woven (spunlace masks) setelah disterilisasi dengan panas kering (rice cooker), panas basah (autoclave), pemutih, isopropanol atau etanol.

Lin, T. H., Chen, C. C., Huang, S. H., Kuo, C. W., Lai, C. Y., & Lin, W. Y. (2017). Filter quality of electret masks in filtering 14.6–594 nm aerosol particles: Effects of five decontamination methods. PloS one, 12(10).

Tempatkan respirator dalam wadah plastik berisi air dan berlubang di tepinya, lalu nyalakan microwave selama 2 menit pada 1250 W. Proses ini bisa menonaktifkan lebih dari 99,99% virus H1N1.

Heimbuch, B. K., Wallace, W. H., Kinney, K., Lumley, A. E., Wu, C. Y., Woo, M. H., & Wander, J. D. (2011). A pandemic influenza preparedness study: use of energetic methods to decontaminate filtering facepiece respirators contaminated with H1N1 aerosols and droplets. American journal of infection control, 39(1), e1-e9.

Sterilisasi selama 30 menit pada suhu 75°C tetap bisa mempertahankan daya saring masker N95.

Liao, L., Xiao, W., Zhao, M., Yu, X., Wang, H., Wang, Q., Chu, S., & Cui, Y. (2020). Can N95 Respirators Be Reused after Disinfection? How Many Times?. ACS nano, acsnano.0c03597. Advance online publication.

Setelah 7 hari, 99,9% virus pada masker bedah menjadi nonaktif. 99,9% virus pada kain tidak mampu bertahan selama 2 hari. Sabun mampu menonaktifkan 99,999% virus dalam waktu 15 menit pada suhu 22°C.

Chin, A., Chu, J., Perera, M., Hui, K., Yen, H. L., Chan, M., ... & Poon, L. (2020). Stability of SARS-CoV-2 in different environmental conditions. The Lancet Microbe.

Perbandingan perubahan bentuk dan daya filtrasi setelah 3 kali sterilisasi dengan menggunakan beberapa metode.

Bergman, M. S., Viscusi, D. J., Heimbuch, B. K., Wander, J. D., Sambol, A. R., & Shaffer, R. E. (2010). Evaluation of multiple (3-cycle) decontamination processing for filtering facepiece respirators. Journal of Engineered Fibers and Fabrics, 5(4).

Perbandingan sterilisasi respirator PFF, masker bedah, atau masker tisu setelah disimpan dalam penanak nasi (100°C) dengan atau tanpa air.

Li, D. F., Cadnum, J. L., Redmond, S. N., Jones, L. D., & Donskey, C. J. (2020). It's Not the Heat, It's the Humidity: Effectiveness of a Rice Cooker-Steamer for Decontamination of Cloth and Surgical Face Masks and N95 Respirators. American Journal of Infection Control.

Sebuah tinjauan literatur menunjukkan bahwa sterilisasi selama 1 jam dalam oven bersuhu <90°C maupun sterilisasi selama 2 menit dalam microwave 750W menyebabkan penurunan daya filtrasi, daya filter napas, dan penyesuaian pada respirator N95.

Gertsman, S., Agarwal, A., O'Hearn, K., Webster, R., Tsampalieros, A., Barrowman, N., ... & Gibson, J. (2020). Microwave-and Heat-Based Decontamination of N95 Filtering Facepiece Respirators (FFR): A Systematic Review.

Metode sterilisasi sampai 99,9999% respirator FFP, yang dimasukkan dalam wadah air pada microwave 1100 W selama 3 menit.

Zulauf, K. E., Green, A. B., Ba, A. N. N., Jagdish, T., Reif, D., Seeley, R., ... & Kirby, J. E. (2020). Microwave-Generated Steam Decontamination of N95 Respirators Utilizing Universally Accessible Materials. medRxiv.

Sebanyak 99.999% coronavirus SARS-CoV-2 pada satu masker N95 menjadi nonaktif setelah dilakukan sterilisasi dalam oven bersuhu 70°C selama 1 jam. Faktor penyesuaian menurun setelah 3 kali pemakaian tetapi tetap di atas 100, yang  berarti dinilai tetap baik.

Fischer, R., Morris, D. H., van Doremalen, N., Sarchette, S., Matson, J., Bushmaker, T., ... & Judson, S. (2020). Assessment of N95 respirator decontamination and re-use for SARS-CoV-2. medRxiv.

Sterilisasi panas-kering pada suhu 80°C selama satu jam tidak secara signifikan mengurangi kapasitas filtrasi, daya filter napas, elastisitas tali, dan bentuk respirator FFR, bahkan setelah 20 kali pemakaian.

Viscusi, D. J., King, W. P., & Shaffer, R. E. (2007). Effect of Decontamination on the Filtration Efficiency of Two Filtering Facepiece Respirator Models. Journal of the International Society for Respiratory Protection, 2493.

Suhu harus dikontrol dengan tepat selama sterilisasi: Respirator yang disimpan dalam oven bersuhu 100°C selama 1 jam menjadi meleleh dan kapasitas filtrasi respirator menurun sampai 95%. Di sisi lain, tidak satu pun dari 9 model respirator yang diuji meleleh atau kapasitas filtrasinya berkurang di bawah 95% jika dilakukan sterlisisasi 80°C hingga 90°C.

Viscusi, D. J., Bergman, M. S., Eimer, B. C., & Shaffer, R. E. (2009). Evaluation of five decontamination methods for filtering facepiece respirators. Annals of occupational hygiene, 53(8), 815-827.

Efektivitas dan mekanisme berbagai jenis deterjen dalam menonaktikan virus flu berbeda-beda: kalium oleat (C18:1) paling efektif, natrium dodyl sulfat (SDS) dan natrium laureth sulfat (LES) kurang efektif, terutama pada konsentrasi rendah.

Kawahara, T., Akiba, I., Sakou, M., Sakaguchi, T., & Taniguchi, H. (2018). Inactivation of human and avian influenza viruses by potassium oleate of natural soap component through exothermic interaction. PloS one, 13(9).

Untuk informasi selanjutnya

COVID: Dapatkah Anda menggunakan masker bedah berulang kali?

Apakah coronavirus SARS-CoV-2 itu tahan suhu dingin ataupun panas?

Bisakah coronavirus SARS-CoV-2 terinaktivasi dalam microwave?

Berapa lama virus corona berpotensi menular?

Apa perbedaan berbagai jenis masker yang dapat digunakan?

Mengapa disarankan untuk tidak memakai masker lebih dari 4 jam?

Apakah mungkin untuk menggunakan masker setelah tanggal kedaluwarsanya?

Apakah mengenakan face shield transparan berguna?