< Kebersihan

Bagaimana cara mencuci tangan?

Teks diperbarui 4 Mei 2020


Tangan kita seringkali menyentuh hidung, mulut atau mata hampir setiap lima menit sekali. Hal tersebut mempermudah virus masuk dalam tubuh! Mencuci tangan secara teratur merupakan upaya penting dalam mencegah penyebaran coronavirus SARS-CoV-2.

Tantangan:

Singkirkan partikel virus yang dapat menutupi permukaan tangan Anda, agar tidak tertular dan tidak menulari orang lain dengan menyentuh barang barang seperti kunci, uan, atau pun gagang pintu. Sebuah studi menunjukkan bahwa kita menyentuh selaput lendir pada wajah (mata, hidung, mulut) rata rata sekali setiap lima menit!

Video

Cara mencuci tangan dengan baik

Langkah demi langkah:

Tangan adalah alat pengalihan yang sangat efektif untuk transmisi coronavirus SARS-CoV-2 .

Kapan itu akan terjadi?

-segera setelah Anda pulang, baik itu pulang dari kerja, belanja, jalan jalan santai keluar, setelah membuang sampah...;

- setelah batuk atau bersin;

-sebelum mengurus anak, merawat orang yang sakit, orang tua atau penyandang cacat;

- Setelah ke toilet;

-setelah membuang kemasan barang barang belanjaan;

- sebelum memasak dan sebelum makan

- setelah menyentuh hewan

-setelah menyentuh gagang pintu, tombol elevator atau tombol mesin kopi.

Bagaimana?

Anda harus mencuci tangan Anda seolah-olah Anda baru saja memotong cabai atau harus mengubah lensa kontak, yaitu sebagai berikut:

- dengan menggunakan air dan sabun, sebaiknya sabun cair (yang tetap bersih dalam botol, tidak seperti sabun batang, apalagi bila sabun itu telah tergenang air dalam tempatnya);

-basuh tangan selama setidaknya 20 detik;

-Jangan lupa ujung jari, sela sela jari, kuku, pergelangan tangan;

- bilas sampai bersih;

-keringkan dengan handuk bersih (yang harus diganti secara berkala) atau handuk sekali pakai.

Alternatif mencuci tangan:

Gunakan larutan hidroalkoholik untuk mensterilkan tangan. Gosokkan tangan selama tiga puluh detik dan tunggu sampai kering. Hidroalkoholik dapat mensterilkan tangan, tetapi tidak membersihkan. Oleh karena itu, hidroalkoholik tidak dapat menggantikan efektivitas mencuci tangan dengan sabun dan air saat tangan kotor.

Jika terdapat pilihan antara sabun dan gel hidroalkoholik, lebih baik memilih sabun. Saat menempel pada kulit, gel hidroalkoholik berpotensi lebih berbahaya daripada sabun dan gel hidroalkoholik membuat kulit lebih kering.

Hal-hal yang harus dihindari

- Cuci tanpa sabun!

- Menyentuh kembali telepon Anda atau gagang pintu yang kotor, tepat setelah mencuci tangan


Facebook Twitter Linkedin

Sumber

Artikel yang merangkum informasi tentang resistensi coronavirus dan antiseptik yang efektif:

Geller, C., Varbanov, M., Duval, R. E. (2012). Human coronaviruses: insights into environmental resistance and its influence on the development of new antiseptic strategies. Viruses, 4(11), 3044-3068.

Sebuah studi dari mahasiswa Amerika menunjukkan bahwa rata rata orang menyentuh wajahnya 23 kali per jam, dan selaput lendir wajah 12 kali per jam atau sekali setiap 5 menit.

Kwok, Y. L. A., Gralton, J., McLaws, M. L. (2015). Face touching: A frequent habit that has implications for hand hygiene. American journal of infection control, 43(2), 112-114.

Untuk informasi selanjutnya

Mengapa harus menggunakan masker?

Bagaimana cara membuat cairan hidroalkoholik ?